Leluhur Han Tiansheng menarik napas panjang, dan tersenyum kepada Leena lalu menatap Bai Qianyu dengan sorot mata yang dalam. "Saya hanya menegur Ketua Sekte kami, Nyonya Xiao, karena dia tidak melayani tamu yang sudah menolong sekte ini dengan baik. Jika bukan karena kalian, kita semua mungkin sudah tidak ada di sini lagi." Suaranya tenang, namun setiap kata membawa tekanan yang membuat Bai Qianyu menunduk malu.

Han Tiansheng kemudian menoleh perlahan ke arah Lynx, matanya yang sudah berusia ratusan tahun memantulkan rasa ingin tahu yang tajam. Suaranya melembut saat berkata, "Tuan Xiao, maafkan mataku yang sudah tua ini, tetapi bukankah Plasura yang menolong kami tadi adalah anda?"

Lynx tersenyum kecut, menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memasang ekspresi polos. "Bukan, Leluhur. Tentu saja aku bukan Plasura," jawabnya santai.

Bai Qianyu yang mendengar jawaban itu segera berkata cepat, seolah ingin membela diri, "Leluhur, Tuan Xiao sendiri sudah mengatakan dia bukan Plasura. Jadi jelas mereka orang yang berbeda."

Namun Leluhur Xue Yuning tiba-tiba tertawa kecil, matanya menatap dalam ke arah Lynx dan Leena. "Ketua Sekte, kami sudah tua, tapi bukan berarti mata kami rabun dalam hal seperti ini. Kami bisa membedakan. Pandangan Nyonya Xiao pada Tuan Plasura saat pertempuran sama persis dengan pandangannya pada Tuan Xiao Ling saat ini." Ia lalu menatap Lynx sambil menundukkan kepala sedikit. "Tenang saja, Tuan Xiao. Kami akan merahasiakan hal ini. Tidak akan ada seorang pun di luar ruangan ini yang tahu."

"Pria tua ini memang tidak bisa di remehkan. Pengalaman hidup ratusan tahun pasti membuatnya lebih peka dan bisa menyadari penyamaran yang aku lakukan." Batin Lynx sambil menatap kedua Leluhur di depannya.

Lynx kemudian tersenyum tipis, tidak mengelak, tetapi juga tidak mengiyakan. Sikapnya membuat semua orang di ruangan itu diam beberapa saat. Bahkan Bai Qianyu tersentak menyadari kesalahan yang sudah dia perbuat.

Segera Bai Qianyu yang mulai menyadari kebodohannya segera berlutut dan menunduk. "Tuan Xiao, Nyonya Xiao, maafkan kelancanganku. Aku terlalu cepat mengambil kesimpulan dan tidak mampu menilai dengan benar."

"Bangunlah Ketua Sekte, apa kata orang nanti jika ada yang melihatmu bersikap seperti ini." Kata Lynx cepat sambil menahan tubuh Ketua Sekte yang hendak berlutut.

"Tuan Xiao, Anda sudah menyelamatkan kami semua. Penghormatan seperti ini tentu layak untuk anda terima." Ketua Sekte bersikeras untuk berlutut namun tubuhnya tidak mampu digerakkan. Dia semakin yakin jika pemuda di depannya ini adalah sosok Plasura yang sudah menyelamatkan mereka.

Setelah ketua Sekte akhirnya berhenti melakukan niatnya,  Leena menghela napas lembut, sementara Lynx menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Leena lalu tersenyum dan berkata sambil tertawa kecil, "Ketua Sekte, jika orang melihat anda berlebihan sikap terhadap Xiao Ling, maka percuma dia menutupi wajahnya."

"Bai Qianyu, jagalah sikapmu. Tuan Xiao sudah menolong kita. Selain itu, mereka juga pasti tidak menginginkan seseorang mengetahui tentang artefak sumber kekuatannya, karena itu mereka merahasiakannya." Kata Leluhur Xue Yuning melalui telepati.

Bai Qianyu berbalik dan memandang wajah leluhur dengan wajah keheranan,"Leluhur, artefak apa yang anda maksudkan?"

"Anak muda itu memiliki artefak di atas tingkat surgawi yang membuatnya mampu memiliki kekuatan untuk menghadapi para immortal. Dunia akan mengalami keributan jika mereka mengetahui ada artefak yang bisa membuat seseorang kultivator forging Qi tingkat dua menjadi sosok yang menakutkan." Leluhur Xue Yuning kembali menjelaskan.

Namun Bai Qianyu membalas telepati itu dengan nada yakin. "Leluhur, aku yakin bukan artefak yang membuatnya sangat kuat. Anda lihat tadi. Dia mampu menahan tubuhku saat ingin berlutut dengan bersikap santai tanpa beban sedikitpun. Aku yakin dia menyembunyikan ranah aslinya."

Tiba-tiba suara lain memotong pembicaraan mereka, terdengar jelas di dalam pikiran keduanya. "Kalian berdua, bisa kah berhenti berbicara menggunakan telepati. Rasanya kurang nyaman mendengar kalian berbicara seperti ini."

"A..apa? Tuan Xiao... Anda...."

Leluhur Xue Yuning dan Bai Qianyu tersentak kaget karena tidak menduga Lynx mampu memasuki frekuensi telepati mereka dan mendengarkan pembicaraan mereka.

Lynx sendiri awalnya tidak berniat mengetahui apa yang mereka bicarakan, namun melihat ekspresi Ketua Sekte Pedang Es membuatnya penasaran. Dengan kemampuannya membaca berbagai jenis energi dan frekuensi, Lynx dapat mendengarkan dan ikut berbicara serta menghentikan pembicaraan mereka. Lynx tidak ingin ketua Sekte membahas lebih lanjut mengenai kemampuannya.

Leluhur Han Tiansheng yang melihat raut wajah mereka berubah menjadi kikuk bertanya heran, "Leluhur Xue, ada apa?"

"Tidak... tidak mengapa." jawab Xue Yuning dengan wajah memerah malu, seperti tertangkap basah melakukan sesuatu yang tidak pantas.

Han Tiansheng menatap tajam mereka berdua, dan menghela napas setelah tidak mendapatkan jawaban.

Setelah Suasana sedikit mencair, Lynx menoleh pada Leena sejenak, lalu berkata dengan nada tenang, "Leluhur, Ketua Sekte, setelah masalah sekte kalian selesai, bisakah kami meminta bantuan seperti maksud kedatangan kami semula?"

"Tentu, tentu," jawab Leluhur Xue Yuning cepat, matanya bersinar tulus. "Kalian sudah menyelamatkan kami. Sekte Pedang Es akan dengan senang hati membantu kalian sebisa kami."

Baru saja suasana sedikit mencair, pintu ruang pertemuan terbuka dengan tergesa. Seorang tetua masuk sambil menunduk hormat, wajahnya serius. "Ketua Sekte, Leluhur, kami menemukan pengkhianat Fei Ronghua. Dia dalam keadaan pingsan dan tidak sadarkan diri. Kami sudah mencoba berbagai cara, tetapi tetap tidak bangun."

Leluhur Han Tiansheng, Leluhur Xue Yuning, dan Bai Qianyu kembali di buat terkejut dengan berita yang mereka terima, tanpa di sadari mereka bersamaan menoleh pada Lynx. Begitu juga Leena yang memandang suaminya dengan mata berbinar geli. Lynx hanya menyunggingkan senyum tipis sambil membuang muka seolah tidak tahu-menahu, seakan-akan hal itu tidak ada hubungannya dengannya.

Bai Qianyu menghela napas lega. "Bagus, setidaknya kita berhasil menangkapnya. Ini pasti hadiah dari Tuan Plasura untuk sekte kita. Kita akan mengurusnya nanti. Untuk sekarang, tahan dia di penjara bawah tanah dan pastikan jangan sampai dia melarikan diri."

"Siap, Ketua Sekte!" jawab tetua itu sebelum membungkuk dan keluar dengan cepat, meninggalkan ruangan yang kembali diliputi rasa hormat dan keheningan yang kental.

Bai Qianyu bertanya dengan ragu kepada Lynx, "Tuan Xiao, ini.."

Leluhur Xue Yuning yang memahami keinginan Lynx yang tidak ingin mereka membahas mengenai dirinya segera berkata,"Bai Qianyu, pengkhianat itu sudah kita tangkap. Kita jangan lagi membebani Nyonya Xiao dan Tuan Xiao dengan pertanyaan tidak penting."

Bai Qianyu menganggukkan kepala,"Leluhur benar. Sekarang kita bisa fokus untuk membantu masalah tuan Xiao. Bisakah menceritakan kembali lebih detail mengenai masalah yang tuan hadapi?"

Lynx tersenyum meski ketegangan masih menyelimuti hati mereka,"Sebaiknya leluhur mengikuti kami dan melihat sendiri apakah sekiranya leluhur bisa membantu menyelamatkan mereka semua."

"Tuan Xiao," Bai Qianyu berkata dengan ragu. "Karena sekte baru saja mengalami masalah, sebagai ketua sekte, aku tidak bisa meninggalkan sekte. Kuharap Tuan Xiao dan Nyonya Xiao tidak keberatan. "

Dia lalu menatap kepada kedua leluhur. "Leluhur Xue dan Leluhur Han lebih berguna untuk membantu masalah kalian."

"Tentu, ketua Sekte pasti lebih dibutuhkan ditempat ini." Jawab Leena, lalu dia memberi hormat kepada kedua leluhur,"Leluhur Xue, Leluhur Han. Maaf jika merepotkan kalian."

Leluhur Han melambaikan tangannya dengan wajah malu, mereka merasa rendah diri setelah melihat dua orang yang memiliki kekuatan jauh di atas mereka justru bersikap sangat rendah hati dan menghormati mereka,"Tidak, tidak. Kami justru sangat gembira bisa membantu kalian, apalagi kalian sudah menyelamatkan kami."

"Baiklan jika sudah diputuskan, kita berangkat sekarang juga." Kata Lynx sambil melambaikan tangannya dan membuat formasi teleportasi.

Segera pusaran energi yang berpendar dengan kilatan ungu keperakan terbentuk di depan mereka. Berbeda dengan perjalanan menuju sekte Pedang Es yang mereka belum ketahui arah tujuannya, saat kembali, Lynx dengan mudah membuat portal yang dapat mempercepat perjalanan mereka.

Kedua leluhur dan Ketua Sekte berdiri dengan tatapan tidak percaya. Portal Teleportasi muncul di hadapan mereka. Bukan karena portal tersebut yang membuat mereka heran karena sudah sering seseorang membuatnya, bahkan musuh merekapun menyerang sekte Pedang Es melalui portal teleportasi. Namun yang membuat mereka kaget adalah ekspresi Lynx yang membuat portal dengan sangat santai seolah portal teleportasi yang sangat rumit dan menghabiskan banyak kekuatan hanya permainan baginya, bahkan mereka tidak merasakan fluktuasi energi spiritual saat formasi di buat.

